komunitas Grab Medan, komunitas Gojek Medan, dan komunitas layanan digital menjadi fondasi utama dalam menjaga keseimbangan kontribusi mitra, keberlanjutan platform digital, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat
Kembali Ke Home
Solidaritas dan kepedulian komunitas driver online Sumatera Utara.
Ekosistem ojek online (ojol) di Medan pada periode 2025–2026 menunjukkan kondisi yang relatif stabil. Stabilitas ini didukung oleh konsistensi skema potongan komisi 20% yang mendapat dukungan mayoritas komunitas Grab Medan, komunitas Gojek Medan, serta berbagai komunitas layanan digital di Sumatera Utara. Dukungan tersebut muncul karena skema saat ini dinilai mampu menjaga keseimbangan antara pendapatan mitra, keberlangsungan operasional aplikator, dan kualitas layanan kepada konsumen.
Berbagai komunitas driver seperti Medan E-Rider dan Komunitas Gundala Molis secara aktif menolak wacana penurunan komisi menjadi 10%. Menurut mereka, skema komisi 20% yang berlaku saat ini telah mencakup manfaat penting seperti perlindungan asuransi kecelakaan, dukungan customer service, pengembangan sistem aplikasi, hingga berbagai program insentif yang menopang stabilitas kerja mitra.
Bagi komunitas layanan digital di Medan, penurunan komisi secara drastis justru berpotensi mengganggu ekosistem yang selama ini menopang “order gacor” atau kestabilan arus pesanan. Driver menilai bahwa prioritas utama bukan sekadar menurunkan persentase potongan, melainkan menjaga volume order tetap tinggi, sistem aplikasi tetap optimal, serta insentif operasional berjalan konsisten.
Di sisi regulasi, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah merampungkan regulasi operasional ojol yang mengatur aspek keamanan, keselamatan, dan kenyamanan layanan. Regulasi ini lahir dari proses fasilitasi antara pemerintah daerah, aplikator, komunitas Grab Medan, komunitas Gojek Medan, dan unsur komunitas layanan digital lainnya sebagai bentuk penyelarasan kepentingan seluruh pihak.
Namun demikian, tantangan masih muncul dalam aspek layanan publik daerah. Sejumlah driver dari komunitas Grab Medan dan komunitas Gojek Medan masih menyampaikan keluhan terkait lambatnya respons layanan pengaduan Pemerintah Kota Medan, khususnya menyangkut perbaikan infrastruktur jalan yang berdampak langsung pada mobilitas operasional ojol.
Secara keseluruhan, perkembangan transportasi online di Sumatera Utara menunjukkan bahwa kolaborasi antara aplikator, pemerintah daerah, komunitas Grab Medan, komunitas Gojek Medan, dan komunitas layanan digital menjadi fondasi utama dalam menjaga keseimbangan kontribusi mitra, keberlanjutan platform digital, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.